Peningkatan Produksi Padi Rawa Pasang Surut Melalui Penerapan Budidaya Sistem Ratoon dan Perakitan Varietas yang Spesifik

29 Agustus 2012, 12:06, dibaca 5375 kali
Share |

Abstrak


Produksi padi di wilayah pasang surut masih rendah. Hal ini dikarenakan intensitas penanaman baru satu kali per tahun. Peningkatan intensitas tanam menghadapi kendala kurangnya tenaga kerja dan periode budidaya yang pendek. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menerapkan system budidaya ratoon. Budidaya ratoon adalah budidaya padi dengan memanfaatkan tanaman yang dipotong setelah panen untuk tumbuh kembali dan dapat dipanen yang kedua kali. Budidaya padi ratoon memiliki beberapa keuntungan seperti penghematan input produksi, tidak memerlukan pengolahan lahan, tidak perlu penanaman kembali, waktu produksi 40% lebih singkat dari tanaman utama dan produksi bisa mencapai 50% dari tanaman utama. Tetapi system budidaya seperti ini masih jarang diterapkan oleh petani karena masih terdapat beberapa kendala seperti belum adanya genotype yang adaptive untuk budidaya ratoon, produksi yang rendah, permasalahan hama, penyakit dan gulma. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang simultan untuk merakit paket teknologi budidaya ratoon, dimulai dari seleksi varietas, perlakuan pemupukan, perlakuan phytohormone, sampai paket teknologi pengendalian hama penyakit dan gulma. Perlakuan pemupukan dan phytohormone diarahkan untuk memanipulasi pertumbuhan tanaman utama sehingga memiliki asimilat yang tinggi setelah tanaman utama dipanen. Karena asimilat ini yang berperan utama dalam menentukan hasil. Selanjutnya asimilat tersebut dipacu untuk ditranslokasikan secara maksimal ke bulir. Paket teknologi ini juga akan dievaluasi dari sisi sosial ekonomi. Secara bersamaan, dilakukan juga penelitian untuk merakit varietas padi untuk budidaya ratoon yang adaptive di lahan pasang surut. Seleksi akan menggunakan karakter-karater penting padi ratoon sehingga seleksi menjadi efisien dan efektif. Perakitan ini juga akan menggunakan teknik kultur polen yang dapat menghasilkan tanaman yang homozygote. Dengan teknik ini maka proses prakitan varietas dapat dipersingkat. Pada tahun ketiga paket teknologi yang sudah teruji akan didiseminasikan ke pengguna. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi pasang surut sebesar 50%, meningkatkan intensitas penggunaan lahan sebesar 100% dan menghemat penggunaan input produksi dan waktu sebesar 40%.
 

Kata Kunci: budidaya, varietas padi ratoon, rawa pasang-surut



Send Your Comment:

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion